10 Dampak Begadang Bagi Kesehatan
Tidur
malam sangatlah penting untuk memulihkan atu mengistirahatkan tubuh.
Dan bagi remaja setidaknya membutuhkan tidur 8,5 jam sampai 9,5 jam per
hari. Tapi sangat disayangkan banyak remaja sulit untuk tidur malam atau
tidak mempunyai waktu untuk tidur, sehingga mereka begadang. Padahal
kurang tidur atau sering begadang dapat menimbulkan dampak yang
berbahaya bagi kesehatan tubuh dan fisik.
Mari kita simak dan cermati dengan seksama dampak-dampak begadang sebagai berikut :
1. Suasana hati dan kinerja
Suasana hati (mood) dapat terkena dampak negatif ketika Anda kekurangan tidur. Anda akan cenderung mudah marah, kecemasan, kurang motivasi dan depresi. Kinerja juga bisa terpengaruh secara drastis sehingga kurang konsentrasi dan koordinasi, penurunan energi, pelupa dan sering melakukan kecerobohan. Hal ini dapat mengganggu kemampuan Anda untuk mengemudi atau mengoperasikan mesin.
Suasana hati (mood) dapat terkena dampak negatif ketika Anda kekurangan tidur. Anda akan cenderung mudah marah, kecemasan, kurang motivasi dan depresi. Kinerja juga bisa terpengaruh secara drastis sehingga kurang konsentrasi dan koordinasi, penurunan energi, pelupa dan sering melakukan kecerobohan. Hal ini dapat mengganggu kemampuan Anda untuk mengemudi atau mengoperasikan mesin.
2. Pengaruh kesehatan
Kurang tidur mempengaruhi kesehatan dan meningkatkan risiko kondisi medis tertentu, seperti diabetes dan obesitas. Sistem kardiovaskular dapat mengalami dampak negatif, mengakibatkan tekanan darah tinggi, serangan jantung, gagal jantung dan stroke, menurut Sleepdex. Sakit kepala biasanya disebabkan oleh kurang tidur dan sering dapat diselesaikan dengan tidur malam yang baik minimal 8 jam. Penurunan hormon kortisol dapat berkurang dan menyebabkan perubahan hormon yang bertanggung jawab untuk metabolisme, meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2
Kurang tidur mempengaruhi kesehatan dan meningkatkan risiko kondisi medis tertentu, seperti diabetes dan obesitas. Sistem kardiovaskular dapat mengalami dampak negatif, mengakibatkan tekanan darah tinggi, serangan jantung, gagal jantung dan stroke, menurut Sleepdex. Sakit kepala biasanya disebabkan oleh kurang tidur dan sering dapat diselesaikan dengan tidur malam yang baik minimal 8 jam. Penurunan hormon kortisol dapat berkurang dan menyebabkan perubahan hormon yang bertanggung jawab untuk metabolisme, meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2
3. Perubahan berat badan
Sulit tidur memiliki efek negatif pada berat tubuh Anda, yang mungkin menyebabkan penurunan berat badan, tetapi lebih sering penambahan berat badan. Kurang tidur berdampak negatif terhadap kadar hormon dalam tubuh. Secara khusus, hormon leptin dan ghrelin, yang memainkan peran penting dalam kelaparan dan nafsu makan, dapat menjadi tidak seimbang. Ghrelin merangsang tubuh untuk makan, sedangkan leptin memainkan peran dalam menceritakan kepada tubuh bahwa Anda sudah kenyang. Menurut situs Sleep Deprivation, kurang tidur menyebabkan tingkat ghrelin meningkat dan tingkat leptin menurun, yang sering mengakibatkan makan berlebihan dan kenaikan berat badan. 4. Sistem kekebalan tubuh
Sistem kekebalan tubuh Anda memerlukan jumlah tidur yang cukup untuk dapat berfungsi dengan baik. Bahan kimia tertentu dalam tubuh yang mempromosikan tidur juga berfungsi untuk mengatur sel sistem kekebalan. Sel pembunuh alami (natural killer cell atau sel NK) mengalami depresi selama periode kurang tidur, menurut sebuah penelitian ‘FASEB Journal’, yang telah dipublikasikan resmi oleh Federation of American Societies for Experimental Biology. Sel NK memainkan peran penting dalam pertahanan awal terhadap infeksi bakteri dan virus serta penolakan terhadap sel tumor. Sitokin, molekul sel sinyal yang diproduksi oleh sel-sel saraf dan sistem kekebalan tubuh, juga terpengaruh oleh kurang tidur, menyebabkan perubahan respon sistem kekebalan tubuh serta peningkatan molekul pro-inflamasi yang dapat merusak tubuh Anda.
Sulit tidur memiliki efek negatif pada berat tubuh Anda, yang mungkin menyebabkan penurunan berat badan, tetapi lebih sering penambahan berat badan. Kurang tidur berdampak negatif terhadap kadar hormon dalam tubuh. Secara khusus, hormon leptin dan ghrelin, yang memainkan peran penting dalam kelaparan dan nafsu makan, dapat menjadi tidak seimbang. Ghrelin merangsang tubuh untuk makan, sedangkan leptin memainkan peran dalam menceritakan kepada tubuh bahwa Anda sudah kenyang. Menurut situs Sleep Deprivation, kurang tidur menyebabkan tingkat ghrelin meningkat dan tingkat leptin menurun, yang sering mengakibatkan makan berlebihan dan kenaikan berat badan. 4. Sistem kekebalan tubuh
Sistem kekebalan tubuh Anda memerlukan jumlah tidur yang cukup untuk dapat berfungsi dengan baik. Bahan kimia tertentu dalam tubuh yang mempromosikan tidur juga berfungsi untuk mengatur sel sistem kekebalan. Sel pembunuh alami (natural killer cell atau sel NK) mengalami depresi selama periode kurang tidur, menurut sebuah penelitian ‘FASEB Journal’, yang telah dipublikasikan resmi oleh Federation of American Societies for Experimental Biology. Sel NK memainkan peran penting dalam pertahanan awal terhadap infeksi bakteri dan virus serta penolakan terhadap sel tumor. Sitokin, molekul sel sinyal yang diproduksi oleh sel-sel saraf dan sistem kekebalan tubuh, juga terpengaruh oleh kurang tidur, menyebabkan perubahan respon sistem kekebalan tubuh serta peningkatan molekul pro-inflamasi yang dapat merusak tubuh Anda.
5. Ceroboh
Para
ahli mengungkapkan, kurang tidur akan membuat kemampuan motorik kita
melambat dan kurang gesit. Akibatnya, kita jadi sering gugup, menabrak
atau menumpahkan sesuatu. Hal itu disebabkan refleks kita berkurang dan
otak kita kurang fokus sehingga kita jadi terlihat seperti orang
ceroboh.
6. Pelupa
Tidak
ingin lupa dengan kenangan terbaik dalam hidup? Cobalah perbanyak
tidur. Pada tahun 2009, peneliti dari Amerika dan Perancis menemukkan
bahwa peristiwa otak yang disebut sharp wave ripples bertanggung jawab
menguatkan memori pada otak. Peristiwa ini juga mentransfer
informasi
dari hipokampus ke neokorteks di otak, dimana kenangan jangka panjang
disimpan. Sharp wave ripples kebanyakan terjadi pada saat tidur.
7. Rentan Terserang Diabetes
Gula
adalah bahan bakar setiap sel dalam tubuh Anda. Jika proses
pengolahannya terganggu bisa menyebabkan efek buruk. Dalam penelitian
yang dilakukan Universitas Chicago, AS, yang meneliti sejumlah orang
selama 6 hari, mendapatkan kondisi ini bisa mengembangkan resistansi
terhadap insulin, yakni hormon yang membantu mengangkut glukosa dari
aliran darah ke dalam sel. Mereka yang tidur kurang dari 6 jam per malam
dalam penelitian 6 hari ini menemukan, terjadi proses metabolisme gula
yang tidak semestinya. Akibatnya bisa menyebabkan timbulnya diabetes.
8. Gangguan Pencernaan
Dosen
Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr H. Ari Fahrial Syam,
SpPD-KGEH, MMB menyebutkan bahwa kala malam, kadar asam lambung
meningkat. Ini diperparah dengan makanan dan minuman teman begadang.
Beliau menyarankan untuk tidak makan makanan berlemak. Pasalnya, makanan
berlemak membuat kerja lambung semakin berat dan lambat.
9. Sel Rusak
Sebuah
riset yang berlangsung dari 1987 oleh ahli kanker Steve Richards
menunjukkan korelasi antara kerja malam dan kemungkinan menderita
kanker. Orang-orang yang bekerja di malam hari hingga subuh atau pagi
hari ternyata memiliki ketidakseimbangan hormon yang akhirnya
mempengaruhi sistem kekebalan tubuh khususnya pada perkembangan sel-sel
rusak yang seharusnya dihancurkan oleh sel-sel imun. Pada tubuh normal,
yakni waktu kerja pagi-sore, siklus metabolisme tubuh akan meningkat di
pagi hari dan mulai menurun hingga malam hari. Saat seseorang memaksakan
untuk terjaga di malam hari, tubuh akan memompa darah sebanyak mungkin
dan mendorong sistem imun untuk meningkatkan sel-sel kekebalan tubuh
seperti sel T dan CD4. Bila ‘pemaksaan’ ini dilakukan satu-dua kali,
tubuh masih dapat memberikan toleransi tetapi saat menjadi kebiasaan,
siklus tubuh yang diatur oleh jam biologis otak (circadian time clock)
akan berubah dari default (pagi-sore) menjadi sore-pagi. Ini membuat
kekebalan tubuh menurun di pagi hari dimana bibit penyakit dan
bahan-bahan karsinogenik bertebaran di udara akibat perubahan suhu dan
angin. Hasil riset ini dipublikasikan dalam The Lancet Oncology bulan
ini.
10. Meningkatkan Risiko Kematian
Dalam
penelitian Whitehall ke-2, peneliti Inggris menemukkan bagaimana pola
tidur mempengaruhi angka kematian lebih dari 10.000 pegawai sipil
Inggris selama dua dekade. Berdasarkan hasil penelitian yang
dipublikasikan pada 2007, mereka yang telah tidur kurang dari 5-7 jam
sehari mengalami kenaikan risiko kematian akibat berbagai faktor, bahkan
kurang tidur meningkatkan dua kali lipat risiko kematian akibat
penyakit kardiovaskuler. Kurang tidur juga dapat memengaruhi penafsiran
tentang peristiwa. Keadaan tubuh yang lemas membuat kita tidak bisa
menilai situasi secara akurat dan bijaksana. Orang yang kurang tidur
sangat rentan terhadap penilaian buruk ketika sampai pada saat menilai
apa yang kurang terhadap sesuatu.
Bahaya gan kalo begadang mulu :v
Dalam
jangka pendek sih memang dampak tersebut belum terlihat, tapi bila
sering dilakukan selama bertahun-tahun dampak tersebut akan muncul
secara cepat.Bisa bisa kalian dapet beras gratis :v

Post a Comment